TANGERANG SELATAN – Memperluas pasar ekspor menjadi salah satu agenda utama Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang resmi dibuka Menteri Perdagangan Budi Santoso di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026).
Pameran perdagangan internasional yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 itu mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara. Ajang ini diharapkan membuka peluang kerja sama dagang sekaligus memperluas penetrasi produk unggulan nasional ke pasar global.
Di tengah dinamika perdagangan dunia, pemerintah menaruh harapan pada ketangguhan pelaku usaha dalam menjaga daya saing dan menangkap peluang pasar internasional.
Budi mengatakan, penyelenggaraan TEI merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat pemulihan ekonomi setelah pandemi sekaligus mendorong pelaku usaha nasional terus berkembang.
“Bangsa Indonesia bukan bangsa yang kalah, tetapi bangsa yang sangat tangguh,” ujar Budi dalam sambutannya.

Optimisme terhadap TEI tidak terlepas dari capaian penyelenggaraan sebelumnya. Pada edisi ke-37 tahun 2022, nilai transaksi tercatat mencapai USD15,8 miliar, melampaui target awal sebesar USD10,3 miliar.
Budi menjelaskan, dari total transaksi tersebut, USD13,9 miliar berasal dari perdagangan barang dan USD1,9 miliar dari sektor jasa.
Capaian itu menjadi gambaran potensi TEI sebagai ajang promosi dan penjajakan bisnis internasional. Namun, nilai transaksi yang tinggi juga perlu diikuti realisasi perdagangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh eksportir dan pelaku usaha dalam negeri.
Pada penyelenggaraan tahun ini, pertemuan antara eksportir dan calon pembeli internasional kembali menjadi salah satu instrumen untuk memperluas jaringan bisnis serta membuka akses ke pasar baru.
Selain memfasilitasi pertemuan bisnis, pemerintah memberikan apresiasi kepada eksportir unggulan yang berkontribusi dalam perdagangan internasional. Penghargaan juga diberikan kepada mitra internasional, diaspora Indonesia, serta perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam program Kampus Merdeka.
Kegiatan tersebut turut melibatkan koordinasi lintas kementerian, termasuk kementerian yang membidangi pangan serta investasi dan hilirisasi.
Kolaborasi antarpemangku kepentingan diharapkan memperkuat ekosistem perdagangan nasional, mulai dari pengembangan produk hingga perluasan jaringan pemasaran di luar negeri.
Melalui TEI ke-41, pemerintah berupaya mempertemukan potensi produksi dalam negeri dengan kebutuhan pasar internasional. Keberhasilan pameran ini selanjutnya akan tercermin dari tindak lanjut kerja sama bisnis, realisasi transaksi, dan keberlanjutan ekspor produk Indonesia. (cha/KN)



