PANGKALPINANG — Kebakaran besar di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menghanguskan sekitar 500 rumah dan berdampak terhadap 2.000 jiwa. Api berhasil dipadamkan pada Sabtu (10/10) malam, tetapi petugas masih melakukan pendinginan dan pendataan kerusakan.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Agus Afandi mengatakan data tersebut merupakan hasil pendataan sementara hingga Minggu (11/10) pukul 07.00 WIB.
“Alhamdulillah, saat ini api sudah berhasil dipadamkan, namun tetap dilakukan proses pendinginan,” kata Agus saat berada di Dusun Serdang, Minggu (11/10/2026).
Ia mengatakan jumlah rumah yang terdampak diperkirakan mencapai 500 unit, sedangkan jumlah warga terdampak sekitar 2.000 jiwa. Adapun luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung.
Menurut Agus, petugas masih melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api. Upaya tersebut dilakukan mengingat sebagian besar rumah warga menggunakan material papan yang mudah terbakar.
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 15.10 WIB. Saat itu, Komandan Regu 2 BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima informasi mengenai kebakaran lahan di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan.
Setelah menerima laporan, BPBD berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk menyiapkan personel serta sarana dan prasarana guna menuju lokasi kejadian.
Agus menjelaskan, kebakaran awalnya dilaporkan terjadi di lahan yang berada di dekat permukiman penduduk. Api kemudian merambat ke kawasan tempat tinggal warga.
Tiupan angin kencang, kondisi lahan yang kering, serta material rumah yang sebagian besar terbuat dari papan diduga mempercepat penyebaran api ke permukiman.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui. BPBD masih melakukan pendataan untuk memastikan dampak kejadian tersebut.
Dalam laporan pada Sabtu malam pukul 21.10 WIB, BPBD menyebut kebakaran telah menghanguskan ratusan rumah. Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring berlanjutnya pendataan di lapangan. (ANT/KN)



