Pemkab Kukar Dorong 20 Kecamatan Miliki Industri Unggulan

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong setiap kecamatan memiliki industri unggulan untuk memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.

Kecamatan Kembang Janggut menjadi wilayah pertama yang mulai menerapkan konsep One District One Industry, yang selanjutnya ditargetkan berkembang di 20 kecamatan se-Kukar.

Strategi ini merupakan pengembangan dari konsep One Village One Product (OVOP) yang selama ini mendorong desa menghasilkan produk unggulan.

Melalui pendekatan baru tersebut, produk masyarakat diharapkan tidak berhenti pada skala produksi desa, tetapi dapat dikembangkan menjadi industri yang memiliki daya saing dan nilai ekonomi lebih besar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan pengembangan industri di tingkat kecamatan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), badan usaha milik desa (BUMDes), koperasi hingga perusahaan di sekitar wilayah.

“Pak Bupati kan selalu menyampaikan ada program One Village One Product. Jadi ini disambut oleh teman-teman kecamatan, ada One District One Industry, setiap kecamatan ada satu industri. Nah, ini pertama kali dilakukan di Kecamatan Kembang Janggut,” kata Arianto, Jumat (9/10/2026).

Menurut Arianto, pengembangan industri unggulan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Potensi produk yang dihasilkan masyarakat perlu diidentifikasi, kemudian didukung melalui kolaborasi antarpelaku ekonomi agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Karena itu, DPMD Kukar mendorong pemerintah desa untuk lebih aktif mengembangkan produk unggulan dengan memanfaatkan potensi yang sudah dimiliki masyarakat. UMKM dan BUMDes diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun kegiatan ekonomi produktif di tingkat desa.

“Kami bagaimana mendorong pemerintah desa di setiap desa itu bersama dengan UMKM yang mereka miliki, BUMDes yang mereka miliki, itu memiliki produk-produk unggulan mereka yang nanti kita bisa sama-sama dorong untuk bisa menjadi unggulan,” jelasnya.

READ  Bupati Edi Damansyah Dorong Sinergi Lintas OPD dalam Musrenbang Kukar 2026

Konsep One District One Industry juga diarahkan untuk terhubung dengan koperasi di tingkat kecamatan. Keterhubungan antarlembaga tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem usaha, mulai dari produksi hingga pengembangan produk unggulan yang memiliki peluang pasar lebih luas.

Meski demikian, setiap kecamatan tidak diarahkan untuk mengembangkan industri yang seragam. Jenis industri yang dipilih akan disesuaikan dengan potensi sumber daya, produk masyarakat, kemampuan pelaku UMKM, serta karakter ekonomi masing-masing wilayah.

Pendekatan tersebut memungkinkan setiap kecamatan memiliki identitas ekonomi tersendiri. Produk yang selama ini dikembangkan secara lokal berpeluang menjadi basis industri, sepanjang didukung pengelolaan usaha dan kerja sama yang memadai.

Arianto menegaskan, penerapan konsep ini tidak hanya diperuntukkan bagi Kembang Janggut. DPMD Kukar menargetkan pengembangannya menjangkau 20 kecamatan, 193 desa, dan 44 kelurahan.

“Nanti akan dilaksanakan di desa-desa lain juga. Itu nanti akan dilaksanakan di 20 kecamatan dan 193 desa dengan 44 kelurahan, kita akan dorong,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img