
TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri membuka peluang penyediaan gedung atau fasilitas olahraga inklusif bagi atlet disabilitas melalui mekanisme hibah pada tahun anggaran 2027.
Rencana tersebut disampaikan Aulia setelah menerima aspirasi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kukar terkait kebutuhan fasilitas latihan yang representatif bagi atlet penyandang disabilitas.
“Silakan persiapkan proposalnya dan diajukan untuk tahun anggaran 2027. Seperti apa mekanismenya ke depan, kita bicarakan lagi sambil menyusun penganggaran tahun 2027,” kata Aulia.
Meski demikian, rencana tersebut belum masuk tahap pembangunan. NPCI Kukar terlebih dahulu diminta menyiapkan proposal sebagai bahan pembahasan pemerintah daerah dalam penyusunan anggaran.
Aulia mengatakan, Pemkab Kukar pada prinsipnya mendukung penguatan pembinaan atlet disabilitas. Fasilitas yang memadai dinilai penting agar proses latihan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Pembahasan mengenai fasilitas olahraga inklusif itu menjadi salah satu agenda yang disampaikan Ketua NPCI Kukar Muhammad Bisron kepada Pemkab Kukar. Menurut Bisron, atlet disabilitas membutuhkan tempat latihan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing cabang olahraga.
“Kami sangat mengharapkan adanya fasilitas yang dapat menunjang perkembangan dan peningkatan prestasi atlet disabilitas Kukar,” ujar Bisron.
Kebutuhan tersebut semakin mendesak karena atlet disabilitas Kukar diproyeksikan menghadapi sejumlah agenda olahraga tingkat nasional, termasuk Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bagi NPCI Kukar, persiapan menuju kompetisi tersebut tidak cukup hanya dengan meningkatkan intensitas latihan. Atlet juga membutuhkan fasilitas yang dapat digunakan secara rutin tanpa bergantung pada sarana yang belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan mereka.
Jika terealisasi, fasilitas inklusif tersebut diharapkan tidak hanya digunakan atlet yang telah berprestasi. Gedung itu juga dapat menjadi ruang pembinaan dan pencarian bibit baru atlet disabilitas di Kukar.
Pemkab Kukar meminta proses perencanaan hingga pelaksanaan program nantinya berjalan tertib dan transparan dengan melibatkan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar serta Kejaksaan Negeri Kukar.
Rencana penyediaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kukar dalam membangun ekosistem olahraga disabilitas, mulai dari pembinaan, latihan rutin hingga persiapan menghadapi kompetisi tingkat regional dan nasional.
Targetnya bukan sekadar memiliki gedung, tetapi memastikan atlet disabilitas Kukar memiliki tempat latihan yang layak untuk mengembangkan prestasi hingga Peparnas 2028. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R



