JAKARTA — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai mengkaji pengembangan moda transportasi massal light rail transit (LRT) sebagai tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto kepada Danantara untuk membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan kajian LRT tersebut merupakan bagian dari rencana integrasi transportasi massal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
“LRT tentu sedang kita kaji, karena ini bagian daripada integrasi moda mass transportasi yang sedang kita siapkan,” kata Dony saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Menurut Dony, kajian tersebut tidak hanya mencakup pengembangan LRT, tetapi juga integrasi dengan moda transportasi lain, termasuk MRT dan layanan bus TransJakarta.
“Jadi, tidak terpisah-pisah, mana yang menjadi porsi KAI, mana yang porsi JakPro, dan lain sebagainya. Ini akan menjadi satu kesatuan,” ujarnya.
Danantara juga akan membahas rencana pengembangan dan integrasi moda transportasi tersebut bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Selain LRT, Dony mengatakan terdapat rencana elektrifikasi sejumlah jalur kereta api, di antaranya Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak.
Perintah untuk membantu pengembangan LRT sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan rute baru LRT Jakarta dari Manggarai-Kelapa Gading pada pekan lalu.
Prabowo menyatakan Danantara perlu membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan pembangunan LRT.
“Saya kira Danantara wajib membantu. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa,” kata Prabowo.
Permintaan tersebut disampaikan setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dukungan Danantara untuk melanjutkan pembangunan jaringan LRT hingga terhubung dengan Jakarta International Stadium (JIS).
“Bapak Presiden, akan lebih menggembirakan kalau kemudian Bapak tugaskan Danantara juga untuk membantu kami, Pak,” kata Pramono kepada Prabowo.
Pada Selasa, Prabowo menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, bersama sejumlah pejabat, termasuk Dony Oskaria dan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
Rapat tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria, Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budhi Utama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam rapat itu, Presiden membahas sejumlah isu strategis, terutama peningkatan industri tekstil serta pengembangan produk tekstil dan sepatu dalam negeri. (ANT/KN)



