JAKARTA — Harapan menemukan titik terang dalam pencarian delapan penumpang KM Arupadatu I belum terjawab setelah hasil pemeriksaan DNA terhadap jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, belum mengidentifikasi jenazah tersebut sebagai bagian dari rombongan jurnalis dan kru kapal yang hilang di Selat Sunda.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan proses pemeriksaan dan identifikasi jenazah masih didalami oleh tim terkait. Basarnas juga terus berkoordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu untuk mendapatkan perkembangan terbaru.
“Sore tadi kami sudah terus berkoordinasi tentang hasil tersebut dengan rekan-rekan di Kantor SAR Bengkulu, hingga saat ini masih menunggu hasil,” kata Al Amrad yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi pencarian, saat konferensi pers di Posko Utama Gabungan Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Selasa (15/9/2026) malam.
KBO Ditpolairud Polda Banten AKBP Ahmad membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan di Enggano hingga saat ini belum teridentifikasi sebagai salah satu korban KM Arupadatu I.
“Sama sebagaimana keterangan Kabid Humas kemarin, tidak teridentifikasi kawan kita yang sedang kita cari. Ciri-cirinya tidak ada, DNA-nya masih didalami,” ujar Ahmad.
Ahmad mengatakan pemeriksaan lebih rinci mengenai ciri fisik maupun barang atau pakaian yang melekat pada jenazah akan disampaikan oleh tim medis Disaster Victim Identification (DVI) yang menangani proses autopsi dan identifikasi.
“Tim medis yang akan menjawabnya, ya,” katanya.
Pencocokan data DNA keluarga korban atau antemortem dengan sampel jenazah atau postmortem menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan identitas jenazah.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya dapat menentukan apakah jenazah yang ditemukan di Enggano merupakan salah satu dari delapan penumpang KM Arupadatu I yang hingga kini masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama delapan hari di wilayah pulau dan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, yang mencakup wilayah Banten, Lampung, hingga Bengkulu.
Pencarian dilakukan sejak KM Arupadatu I dan para penumpangnya dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9).
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal.
Lima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang merupakan pemandu.
Jenazah pria tanpa identitas tersebut ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9).
Jenazah ditemukan oleh Kantor SAR Bengkulu bersama warga setempat dan kemudian dievakuasi menggunakan pesawat dari Enggano menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu pada Senin (14/9).
Jenazah selanjutnya menjalani proses autopsi dan identifikasi oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu bersama Pusdokkes Polri.
Hingga hasil identifikasi final diperoleh, Basarnas masih melanjutkan pencarian terhadap delapan penumpang KM Arupadatu I dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. (ANT/KN)



