Menunggu Dokter Suhardi dari Ruang Operasi | MEDIA KALTIM

Satu lagi Appreciation Award 2026 yang ingin saya serahkan langsung di Bontang adalah untuk Direktur RSUD Taman Husada dr. Suhardi. Hubungan Media Kaltim dengan rumah sakit milik Pemkot Bontang ini sudah terjalin cukup lama. Begitu pula komunikasi saya dengan Pak Direktur.

Terakhir kami bertemu langsung pada November tahun lalu. Saat itu saya menghadiri Forum Konsultasi Publik (FKP) RSUD Taman Husada. Saya sempat menulis perkembangan rumah sakit, termasuk layanan jantung yang terus berkembang.

Setelah itu, tidak ada komunikasi lagi. Termasuk ketika Pak Suhardi tidak bisa hadir pada Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 di Samarinda, 14 Juli lalu.

Karena itu, saat berada di Bontang beberapa waktu lalu, saya bersama Direktur Radar Bontang Darman dan Redaktur Media Kaltim Yahya Yabo menjadwalkan datang ke RSUD Taman Husada. Sekalian menyerahkan langsung award yang belum sempat diterima Pak Suhardi.

Saat kami tiba, Pak Suhardi masih berada di ruang operasi. Kami lebih dulu ditemui Kepala Bagian Hukum, Kehumasan dan Kerja Sama Romy Rizka. Tak lama kemudian, kami diantar ke ruang kerja Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan Muhammad Syaifullah.

Keduanya baru menempati jabatan tersebut tahun ini. Pertemuan itu sekalian menjadi kesempatan bagi saya untuk ngobrol setelah keduanya mendapat amanah baru. Meski sebenarnya Pak Syaifullah dan Pak Romy sudah tidak asing bagi saya.

Pak Syaifullah sebelumnya menjabat Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang. Tahun ini ia dipercaya menjadi Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Taman Husada.

Pak Romy juga bukan orang baru di RSUD. Sebelumnya ia menjabat Kepala Bagian Keuangan. Kini ia menangani Bagian Hukum, Kehumasan dan Kerja Sama.

READ  Dari Wisuda STITEK Bontang (4–Habis): Kampus Teknologi, Ikhtiar Jadi ITB-nya Indonesia Bagian Timur

Kami ngobrol sambil menunggu. Beberapa saat kemudian, staf menyampaikan Pak Suhardi akan segera ke ruang kerjanya. Tak lama, Pak Suhardi datang.

Barulah saya tahu, hari itu ada empat pasien yang menunggu giliran pemasangan ring jantung. Pak Suhardi memang dokter spesialis jantung. Selain menjalankan tugas sebagai direktur, ia masih menangani pasien.

“Ya beginilah situasinya. Susah kalau meninggalkan Bontang. Karena itu saya minta maaf tidak bisa hadir undangan Media Kaltim. Apalagi di hari kerja,” katanya.

Saya jadi teringat FKP November lalu. Saat itu Pak Suhardi menyampaikan layanan Cathlab RSUD Taman Husada sudah menangani hampir 900 pasien jantung. Layanan ini membuat banyak pasien tidak perlu lagi keluar Bontang untuk mendapatkan penanganan tertentu.

Kali ini saya melihat sendiri kesibukannya. Empat pasien menunggu pemasangan ring dalam satu hari.

Saya pun menyampaikan maksud kedatangan kami. Media Kaltim Network Appreciation Award 2026 kemudian kami serahkan kepada Pak Suhardi. Pak Syaifullah dan Pak Romy ikut mendampingi.

Setelah itu obrolan berlanjut. Salah satunya soal hubungan rumah sakit dengan media. Pak Suhardi mengingatkan pentingnya informasi yang benar, lengkap dan berimbang ketika menyangkut RSUD.

Ia mengaku terbuka terhadap kritik. Kalau ada informasi atau persoalan terkait pelayanan rumah sakit, ia berharap media melakukan konfirmasi.

“Agar kami bisa menjelaskan secara utuh dan informasinya tidak berkembang ke mana-mana,” katanya.

Saya kira itu memang penting. Persoalan rumah sakit sering berkaitan langsung dengan pasien dan keluarga. Informasinya juga cepat menyebar, terutama di media sosial. Kalau ada persoalan, konfirmasi harus dilakukan. Rumah sakit diberi ruang untuk menjelaskan dan media tetap menyampaikan fakta kepada publik secara utuh.

Sebelum pamit, saya juga menyerahkan buku kumpulan Kolom Agus Susanto yang saya launching saat HUT ke-6 Media Kaltim, Juli lalu.

READ  Speak Up Rita Widyasari Setelah Bebas (6): Bantah Narasi 110 Mobil dalam "Harta, Tahta, Rita"
PHOTO 2026 08 07 14 03 17
Saya menyerahkan buku kumpulan Kolom Agus Susanto kepada Direktur RSUD Taman Husada Bontang dr. Suhardi.

Pak Suhardi langsung membuka dan melihat beberapa bagian.

“Wah, menarik. Terima kasih. Saya bisa membacanya sampai habis,” katanya.

Saya sampaikan buku tersebut memang dicetak terbatas. Namun versi digitalnya bisa dibaca gratis melalui website Media Kaltim.

Belum lama kami melanjutkan obrolan, seorang staf datang. Pasien berikutnya sudah siap di meja operasi.

Mendengar itu, saya tak ingin berlama-lama. Kami bersalaman dan pamit. Pak Suhardi kembali ke ruang operasi.

Selamat bertugas, Dok. Pasien sudah menunggu. (*)

Oleh: Agus Susanto

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img