BONTANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di Bontang. Sebanyak 39 siswa dan guru SMP YPVDP mengalami mual, muntah, dan pusing setelah menyantap menu MBG, Senin (10/8/2026).
Dari jumlah tersebut, 21 siswa dilarikan ke Rumah Sakit LNG Badak untuk mendapatkan penanganan medis. Dua guru juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Kepala SMP YPVDP Bontang Sholikhin mengatakan pihak sekolah langsung mengambil tindakan setelah menerima laporan sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan.
“Yang mual-mual, muntah-muntah itu langsung kami larikan ke Rumah Sakit LNG. Di rumah sakit ada 21 siswa,” ujarnya.
Tidak seluruh siswa yang mengalami keluhan dibawa ke rumah sakit. Sebanyak lima siswa dipulangkan setelah kondisinya dinilai memungkinkan, sedangkan 11 siswa lainnya menjalani observasi tenaga kesehatan di sekolah.
Menurut Sholikhin, makanan MBG yang dikonsumsi siswa berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 05.
Menu yang disajikan terdiri atas nasi gurih, tahu, ayam suwir, sayur wortel, dan buah jeruk.
Makanan tersebut disantap saat jam istirahat sekitar pukul 09.50 Wita.
“Santapan ini dimakan saat jam istirahat sekitar 09.50 Wita,” tuturnya.
Setelah makanan dikonsumsi, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual, muntah, dan pusing. Siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kemudian dibawa ke Rumah Sakit LNG Badak.
Kondisi para siswa yang mendapat perawatan dilaporkan berangsur membaik. Beberapa di antaranya bahkan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
“Kalau sudah ditangani dan sudah merasa enak, ada yang minta pulang sama orang tuanya,” kata Sholikhin.
Pihak sekolah juga mendapat pendampingan dari Dinas Kesehatan, kepolisian, dan tim Rumah Sakit LNG Badak.
Tenaga kesehatan disiagakan di sekolah untuk memantau kondisi siswa yang tidak dirujuk ke rumah sakit.
Sampel makanan MBG yang dikonsumsi siswa telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah keluhan yang dialami puluhan siswa dan guru tersebut disebabkan makanan MBG. Penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium.
Sholikhin mengatakan kejadian tersebut merupakan kasus pertama sejak program MBG berjalan di SMP YPVDP Bontang.
Insiden ini menambah perhatian terhadap pelaksanaan MBG di Bontang. Sebelumnya, sejumlah siswa di beberapa sekolah juga dilaporkan mengalami keluhan mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi MBG pada Rabu (5/8/2026).
Dalam kejadian sebelumnya, sebanyak 24 anak dilaporkan mengalami keluhan, termasuk 11 siswa SDN 012 Bontang Selatan. Penyebabnya juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Dengan munculnya kejadian terbaru di SMP YPVDP, pemeriksaan terhadap makanan dan proses penyediaan MBG menjadi penting untuk memastikan penyebab keluhan sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terulang.
Penulis: Syakurah
Editor: Agus S.



