GORONTALO – Cuaca ekstrem atau berangin kencang dan bergelombang tinggi, mempengaruhi produksi perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kwandang Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
“Saat ini produksi ikan mengalami penurunan, dampak dari cuaca berangin kencang dan gelombang tinggi,” kata Ketua Tim Kerja (Katimja) Kesyahbandaran PPN Kwandang Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Rustam Abdullah di Gorontalo, Selasa (27/6/2026).
Ia mengatakan di waktu normal, rata-rata pendaratan ikan dalam sehari mencapai 20 ton, namun saat ini turun di kisaran delapan sampai 10 ton per hari.
“Kadang-kadang masih bisa sampai 15 ton, namun sesekali saja,” kata dia.
Produksi perikanan tangkap di pendaratan ikan tersebut, dipasok oleh kapal-kapal ikan yang sandar di Pelabuhan Kwandang, termasuk dari perahu nelayan yang datang dari desa-desa pesisir setempat, seperti dari Kecamatan Ponelo Kepulauan.
Khusus kapal ikan di atas 10 Gross Ton (GT) mencapai sembilan unit, sementara kapal di bawah 10 GT yang beroperasi di PPN Kwandang mencapai 59 unit.
Menghadapi cuaca ekstrem, pihaknya terus menyampaikan imbauan langsung kepada para nakhoda kapal untuk memperhatikan cuaca.
Adapula disampaikan melalui pemberitahuan yang ditempelkan dalam surat persetujuan berlayar akan cuaca.
Selain itu kata Rustam, setiap hari pihaknya menyampaikan imbauan tersebut melalui pengeras suara di lokasi pelabuhan.
“Pemberitahuan melalui pengeras suara, kami sampaikan setiap jam di area pelabuhan. Seluruh nakhoda diminta tertib mematuhinya untuk mencegah kecelakaan saat melaut mengingat cuaca ekstrem dapat berlaku kapan saja,” kata Rustam. (ANT/KN)



