Bupati Berau: Efisiensi Anggaran Tak Boleh Kurangi Semangat Berkurban

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan di berbagai daerah tidak boleh mengurangi semangat beribadah dan berbagi kepada masyarakat, terutama dalam momentum Hari Raya Iduladha.

Menurut Sri Juniarsih, penghematan anggaran memang menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Namun, keterbatasan fiskal tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menghilangkan kepedulian sosial dan semangat berkurban.

“Efisiensi anggaran memang sudah terjadi di seluruh daerah di Indonesia dan itu menjadi kegelisahan bagi kepala daerah. Tetapi ketika kita menjadi muslim yang baik, semangat beribadah dengan berkurban itu tidak kita hilangkan,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemkab Berau tetap optimistis dapat memperoleh dukungan pendanaan dari sumber lain untuk membantu pembangunan daerah. Peluang tersebut antara lain berasal dari bantuan keuangan pemerintah provinsi, program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), serta dukungan pihak ketiga.

“Insya Allah dengan terjadinya efisiensi ini kita masih memiliki peluang untuk mendapatkan rezeki yang lain, seperti bantuan keuangan, CSR dari pihak ketiga, dan lain sebagainya untuk membangun Kabupaten Berau,” katanya.

Sri Juniarsih juga menanggapi anggapan bahwa efisiensi anggaran menyebabkan berkurangnya jumlah hewan kurban yang disalurkan tahun ini. Menurutnya, ibadah kurban dan kebijakan efisiensi merupakan dua hal berbeda yang tidak perlu dipertentangkan.

“Terkait di tengah efisiensi dianggap menurunkan jumlah hewan kurban yang disalurkan, saya rasa antara ibadah kurban dengan efisiensi tidak menjadi masalah,” ucapnya.

Ia menegaskan nilai utama ibadah kurban tidak hanya terletak pada jumlah hewan yang disalurkan, tetapi juga keikhlasan, pengorbanan, dan semangat berbagi kepada sesama.

“Untuk berkurban dan beribadah, pasti barang yang kita sayang kita kurbankan. Dan apa yang kita berikan akan diganti dengan nilai yang besar pula,” tuturnya.

READ  Maksimalkan Perkebunan dan Pertanian, Perlu Perhatian ke Jalan Usaha Tani

Sri Juniarsih mengajak masyarakat tetap berpikir positif dan optimistis menghadapi keterbatasan anggaran maupun kondisi ekonomi. Ia meyakini semangat kebersamaan menjadi kekuatan untuk melewati berbagai tantangan.

“Ketika kita mempunyai pemikiran seperti itu, insya Allah semua yang sulit akan mudah kita lalui,” pungkasnya. (MK)

Editor: M Rafii

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img