MTQ ke-56 Berau Dibuka, Bupati Tekankan Al-Qur’an Jadi Fondasi Membangun Generasi Berkarakter

TANJUNG REDEB – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Berau resmi dibuka di Arena Utama MTQ, Halaman Masjid Baiturrahman, Kecamatan Talisayan. Ajang syiar Islam yang diikuti 738 peserta dan ofisial dari 13 kecamatan itu diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan generasi Qurani sekaligus membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Pembukaan MTQ dilakukan langsung oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Kamis (9/7/2026), ditandai dengan penekanan tombol sirene bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Ketua DPRD Berau, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Berau, jajaran perangkat daerah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Camat Talisayan Mutmainah mengatakan penunjukan Kecamatan Talisayan sebagai tuan rumah merupakan amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya. Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus kami jalankan dengan sebaik-baiknya. Semoga MTQ ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan umat Islam dan melahirkan generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan MTQ tahun ini mempertandingkan enam cabang lomba, yakni Tilawah Al-Qur’an, Qiraat Sab’ah, Tahfiz Al-Qur’an, Musabaqah Khattil Qur’an, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, serta cabang lainnya yang diikuti peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Berau.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan MTQ harus dimaknai lebih dari sekadar ajang mencari juara. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan media membangun karakter, mental, dan spiritual masyarakat melalui penghayatan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.

“MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi sarana membangun mental dan spiritual masyarakat. Nilai-nilai Al-Qur’an harus hadir dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pedoman dalam setiap langkah kita,” tegasnya.

READ  HUT Pramuka ke 65, Sri Juniarsih Harap Mampu Melahirkan Pemimpin Masa Depan

Sri Juniarsih mengatakan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang memiliki akhlak mulia, integritas, dan nilai spiritual yang kuat.

Ia menilai generasi muda harus tumbuh dengan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan ajaran agama sehingga mampu menjadi penerus pembangunan yang berkarakter.

“Generasi penerus harus seimbang dengan ajaran Al-Qur’an. Jika nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar diamalkan, maka persatuan dan kesatuan akan tetap terjaga, begitu pula kehidupan masyarakat yang harmonis,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Berau, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang seimbang antara aspek intelektual, moral, dan spiritual.

Sri Juniarsih juga mengingatkan dewan hakim agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan berintegritas sehingga hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.

Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar menjadikan MTQ sebagai ruang belajar untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an, bukan semata mengejar prestasi.

Ia juga meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Berau bersama para ustaz dan ustazah terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar lahir qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang mampu berprestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional.

“Yang lebih utama dari MTQ adalah syiar Islam. Menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak usia dini hingga dewasa agar menjadi bagian dari kepribadian dan perilaku sehari-hari,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Sri Juniarsih menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, LPTQ, dewan hakim, pelatih, peserta, dan semua pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Berau.

“Mudah-mudahan seluruh dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang diridhai Allah SWT,” pungkasnya. (MK)

Editor: M Rafii

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img