JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) masih memprioritaskan pemeriksaan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, sebelum menindaklanjuti puluhan nama yang disebut-sebut terkait dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025–2026.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan penyidik saat ini masih berfokus menggali keterangan dari Sony sebagai tersangka utama dalam pengembangan perkara tersebut.
“Kami akan memeriksa tersangka SS terlebih dahulu. Fokus ke situ dulu,” kata Syarief di Gedung Kejaksaan Agung, Kamis (11/6/2026).
Menurut Syarief, informasi mengenai puluhan nama yang telah disampaikan Sony akan didalami setelah penyidik memperoleh penjelasan lengkap dari yang bersangkutan. Ia menegaskan pengembangan perkara tidak hanya bertumpu pada daftar nama yang diberikan, tetapi juga pada informasi dan bukti yang menyertainya.
“Setelah menerima ini kami akan memeriksa tersangka SS dan agar yang bersangkutan menerangkan kepada kita apa informasi yang didapat. Jadi bukan hanya nama saja tapi apa informasinya,” ujarnya.
Selain itu, Kejagung juga mengonfirmasi telah menerima permohonan status justice collaborator (JC) yang diajukan Sony Sonjaya. Namun hingga kini, permohonan tersebut masih dalam tahap kajian dan belum diputuskan.
“Permohonan itu sedang kami teliti kami pelajari kira-kira keterangan apa yang akan diberikan dan alat bukti apa yang sudah kami dapatkan ya. Kira-kira keterangan apa yang akan diberikan dan alat bukti apa yang sudah kami dapat, ya itu yang kami pelajari saat ini,” tutur Syarief.
Sebelumnya, kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa kliennya mengajukan permohonan justice collaborator sebagai bentuk kerja sama untuk membantu mengungkap secara menyeluruh dugaan korupsi dalam program prioritas nasional tersebut.
Krisna menyebut Sony telah menyerahkan daftar lebih dari 20 nama yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara MBG kepada penyidik. Namun identitas pihak-pihak tersebut belum diungkap ke publik.
“Lebih dari 20 nama itu disebutkan, cuman klien kami bilang itu baru sebagian, karena break kita dalam pemeriksaan kemarin klien kami cukup lelah,” kata Krisna.
Ia menambahkan, pada pemeriksaan lanjutan nanti Sony juga akan memberikan keterangan tambahan terkait berbagai proses pengadaan yang menjadi sorotan penyidik, mulai dari pengadaan motor listrik, perangkat teknologi informasi hingga pengadaan kaos kaki dalam program MBG. (Fajri)


