SANGATTA – Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah menjadi momentum memperkuat nilai kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat Kutai Timur (Kutim), meski kondisi ekonomi masih memberi tekanan bagi sebagian warga.
Ketua DPRD Kutim, Jimmi, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban tahun ini. Menurutnya, semangat berbagi yang tetap terjaga menunjukkan kuatnya rasa empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Ini menunjukkan masyarakat kita memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, terutama saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Menurut Jimmi, Iduladha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, dan gotong royong di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menilai kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan penting tentang ketulusan menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh kesabaran dan keimanan.
“Keteladanan tersebut mengajarkan bahwa pengorbanan sejati lahir dari iman, kesabaran, dan ketulusan hati,” katanya.
Jimmi mengatakan gema takbir yang berkumandang saat Iduladha seharusnya juga menjadi pengingat untuk terus menjaga ukhuwah dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.
“Gema takbir yang berkumandang mengingatkan kita untuk memperkuat ukhuwah, kebersamaan, dan kepedulian kepada sesama,” tuturnya.
Ia menilai semangat berbagi melalui ibadah kurban menjadi bukti masyarakat Kutim tetap memiliki solidaritas yang kuat meski dihadapkan pada tekanan ekonomi dan dampak inflasi.
Menurutnya, kondisi ekonomi yang tidak mudah justru harus dijadikan momentum untuk saling membantu dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Jimmi berharap nilai gotong royong dan kebersamaan yang tercermin dalam momentum Iduladha dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai kebersamaan dan gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk tekanan ekonomi yang saat ini dirasakan,” pungkasnya. (MK)
Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S


