BEKASI — Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menyatakan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 berjalan dengan sistem yang stabil dan terkendali.
Dalam taklimat media di Four Points by Sheraton Bekasi, Selasa (7/4/2026), ia menyebut performa sistem pusat berada dalam batas toleransi kapasitas selama dua hari pelaksanaan.
“Dari sisi sistem menunjukkan performa yang sangat baik dan masih dalam batas toleransi kapasitas,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah kendala teknis di daerah tetap ditemukan, seperti pemadaman listrik dan gangguan jaringan internet. Pemerintah mengantisipasi dengan penjadwalan ulang, khususnya untuk wilayah terdampak bencana seperti banjir.
Toni menambahkan, evaluasi akan dilakukan untuk memperkuat koordinasi ke depan, termasuk dengan Perusahaan Listrik Negara, guna meminimalkan gangguan serupa.
*Skema Pelaksanaan Dua Hari*
Pelaksanaan TKA dilakukan selama dua hari dengan pola terstruktur. Pada hari pertama, peserta menjalani latihan selama 5 menit, diikuti tes matematika dan numerasi selama 75 menit, serta survei karakter selama 25 menit.
Sementara pada hari kedua, peserta kembali menjalani latihan 5 menit, dilanjutkan tes Bahasa Indonesia berbasis literasi selama 75 menit, dan survei lingkungan belajar selama 20 menit.
Menurut Toni, skema ini menjadi bagian dari inovasi baru dalam sistem evaluasi pendidikan nasional.
“Kita sedang menciptakan sejarah baru dengan mengintegrasikan asesmen nasional dan tes kemampuan akademik dalam satu aktivitas,” katanya.
Melalui pendekatan ini, pemerintah mengumpulkan lima jenis data sekaligus, yakni literasi, numerasi, survei karakter, survei lingkungan belajar, dan capaian akademik individu.
Adapun disebutkan pula, tingkat partisipasi TKA tahun ini mencapai sekitar 98 persen dari total populasi siswa jenjang SD, MTs, dan sederajat.
Pada gelombang pertama, tercatat sebanyak 1.935.778 peserta mengikuti TKA, terdiri dari 1.777.571 peserta moda daring dari 33.349 sekolah dan 158.207 peserta moda semi-daring dari 2.451 sekolah
Pelaksanaan dibagi dalam empat sesi dan berlangsung serentak di seluruh zona waktu Indonesia, dimulai pukul 07.00 WIB di masing-masing wilayah.
Untuk menjaga ketertiban dan integritas, pelaksanaan TKA melibatkan berbagai unsur pengawasan. Tercatat 24.195 pengawas dan 2.345 penyelia dari dinas pendidikan serta kantor wilayah Kementerian Agama turut terlibat.
Selain itu, terdapat 42.852 proktor untuk moda daring dan 3.188 proktor untuk moda semi-daring.
“Keterlibatan berbagai unsur ini sangat penting untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan tertib, berintegritas, dan sesuai standar,” ujar Toni.
Pewarta/ Editor : Nicha R


