
BERAU – Menjelang arus mudik Lebaran, DPRD Kabupaten Berau mengingatkan seluruh operator transportasi untuk mengutamakan faktor keselamatan dalam melayani para penumpang.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, yang mengimbau armada transportasi darat maupun laut agar memastikan kesiapan operasional sebelum melayani perjalanan pemudik.
Menurut Sakirman, peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri merupakan fenomena yang selalu terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, kesiapan armada transportasi serta kedisiplinan para pengemudi dan motoris kapal menjadi faktor penting agar perjalanan para pemudik berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Ia menekankan, seluruh armada yang melayani rute mudik, baik bus milik Perum Damri maupun kapal motor penumpang yang melayani jalur perairan, harus memastikan kondisi kendaraan dan kapal dalam keadaan layak beroperasi.
“Keselamatan pemudik harus menjadi prioritas utama. Armada transportasi harus benar-benar memastikan kendaraan maupun kapal yang digunakan memenuhi standar keselamatan,” ujarnya.
Sakirman menjelaskan bahwa pemeriksaan rutin terhadap kendaraan maupun kapal menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi kecelakaan selama perjalanan. Selain kondisi mesin dan kelayakan teknis, kelengkapan alat keselamatan juga harus dipastikan tersedia dan dapat digunakan dengan baik.
Menurutnya, para pengemudi bus maupun motoris kapal juga harus mematuhi seluruh standar operasional yang telah ditetapkan, termasuk menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama bertugas. Ia mengingatkan agar para pengemudi tidak memaksakan diri bekerja dalam kondisi lelah, karena hal tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
“Pengemudi harus menjaga konsentrasi selama perjalanan. Jika kondisi tubuh sudah lelah, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu agar keselamatan penumpang tetap terjaga,” katanya.
Selain memberikan imbauan kepada operator transportasi, Sakirman juga mengingatkan para pemudik untuk turut berperan dalam menjaga keselamatan selama perjalanan. Ia meminta masyarakat agar mematuhi aturan yang berlaku serta mengikuti arahan dari petugas maupun awak transportasi.
Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak memaksakan diri menggunakan transportasi yang telah melebihi kapasitas penumpang, karena kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan selama perjalanan.
Menurutnya, keselamatan perjalanan mudik tidak hanya menjadi tanggung jawab operator transportasi, tetapi juga memerlukan kesadaran dari para penumpang.
“Pemudik juga harus disiplin dan taat aturan. Dengan kerja sama semua pihak, perjalanan mudik bisa berjalan lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (adv)


