
BERAU – Pemerintah didesak untuk mengambil tindakan tegas terhadap praktek destructive fishing yang mengganggu kelompok nelayan tradisional di Kabupaten Berau.
Menyoroti hal itu, Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah mengatakan praktik ini telah merusak sumber daya ikan dan lingkungan, dan perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak, terutama pemerintah.
Dia mengaku telah menerima keluhan terkait hal tersebut dari Kelompok Nelayan. “Mereka mengeluhkan tentang penangkapan ikan menggunakan bahan kimia, bahan peledak, setrum, dan alat tangkap yang merusak lingkungan,” katanya.
Dibeberkan liliansyah, kelompok nelayan tradisional di Berau biasanya menggunakan metode tangkap ikan ramah lingkungan seperti pancing dan rawai. Berbeda dari nelayan kompresor yang menggunakan peralatan yang merusak sumber daya laut.
Aktivitas destructive fishing ini telah menyebabkan kerusakan pada terumbu karang setiap hari. Kelompok nelayan tradisional di Kabupaten Berau merasa terancam, dan jika praktik ini tidak dihentikan, akan berdampak pada ekonomi mereka dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan keluarga serta biaya pendidikan anak-anak.
Liliansyah berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan tegas, bila perlu berkoordinasi dengan pihak keamanan terkait.
“Permintaan ini disampaikan sebagai langkah meminta untuk melindungi lingkungan laut dan mata pencaharian kelompok nelayan tradisional di Berau,” tutup politikus NasDem ini. (adv)


