
BERAU – Anggota Komisi III DPRD Berau, Ichsan Rapi menyoroti rendahnya minat baca masyarakat yang dinilai menjadi kebiasaan umum. Menurutnya, masyarakat cenderung lebih menyukai hal-hal yang praktis dan instan, sehingga kurang termotivasi untuk meningkatkan literasi.
“Masyarakat kita cenderung lemah dalam hal membaca. Mereka lebih memilih sesuatu yang instan. Ini membuat kita rentan menjadi negara konsumen,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, kemampuan berbahasa dan literasi sangat penting untuk bersaing di tingkat global, terutama di era modern saat ini.
Ichsan pun menekankan agar masyarakat perlu menguasai berbagai bahasa dan memiliki pemahaman literasi yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan dunia.
“Pemahaman literasi harus diajarkan sejak dini, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Dengan begitu, pemahaman ini dapat dikembangkan menjadi keterampilan yang bermanfaat,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata dia, Kaltim menjadi lokasi IKN baru, sehingga harus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Dirinya mengimbau agar masyarakat setempat tidak tertinggal dan dapat aktif berperan dalam pembangunan IKN.
“SDM kita harus seimbang, apalagi daerah kita merupakan penyangga IKN. Jangan sampai kita tidak dilibatkan hanya karena keterbatasan. Kita harus siap dengan kebutuhan yang ada,” tutupnya.
Ichsan berharap dengan meningkatnya kesadaran literasi, masyarakat dapat lebih kompetitif dan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam masyarakat global. (adv)


