
BERAU – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menilai gedung olahraga (GOR) saat ini sudah tak lagi mampu menampung antusiasme masyarakat saat adanya event yang digelar.
Dia menilai, pemerintah daerah sudah saatnya membangun GOR baru, pasalnya minat masyarakat terhadap olahraga semakin tinggi, namun tidak dibarengi dengan fasilitas yang memadai.
“GOR Pemuda sudah over kapasitas, terutama saat ada event-event besar. Tempat parkir sempit, tribun tidak cukup, bahkan ruang ganti pun tidak memadai,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa GOR Pemuda selama ini menjadi pusat kegiatan olahraga indoor seperti voli, bulu tangkis, hingga futsal. Selain itu, gedung tersebut juga kerap digunakan untuk acara daerah lainnya, seperti konser musik, bazar, dan turnamen regional.
“GOR itu sudah berusia sangat lama. Meski masih bisa digunakan, tapi kapasitas dan kelayakannya sudah jauh dari ideal,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Deded ini mendorong Pemkab Berau melalui OPD terkait agar segera mengkaji pembangunan GOR baru yang lebih representatif.
“Kita harus lihat ini sebagai investasi jangka panjang. Anak-anak muda butuh ruang untuk berkembang, bukan hanya secara fisik, tapi juga mental dan sosial,” tegasnya.
Dirinya juga menyoroti potensi ekonomi yang bisa didorong melalui pembangunan fasilitas olahraga baru. Dengan fasilitas yang memadai, Berau dinilai bisa menjadi tuan rumah event-event olahraga regional atau bahkan nasional. Hal itu tentu akan menggerakkan sektor-sektor lain, seperti pariwisata dan UMKM.
“Kalau kita punya GOR berstandar nasional, kita bisa bidik banyak event besar. Ini efek gandanya luar biasa, bukan cuma soal olahraga,” tuturnya.
Dedy memastikan bahwa DPRD siap mendukung dari sisi anggaran apabila pembangunan gedung olahraga baru tersebut masuk dalam prioritas program daerah.
“Kalau ini jadi program yang jelas, kami di DPRD pasti mendukung melalui anggaran. Yang penting desainnya matang dan betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap tahun anggaran 2026 sudah bisa dimulai proses pembangunan atau setidaknya penyusunan Detail Engineering Design (DED) sehingga bisa segera dilaksanakan.
“Kita jangan tunggu sampai kondisi GOR sekarang benar-benar tidak layak. Dari sekarang harus disiapkan,” tutupnya. (adv)


