Insentif Guru Ngaji Tak Merata, Komisi I Minta Pemkab Benahi Sistem Penyaluran

BERAU – Keluhan terkait ketidakmerataan insentif guru ngaji kembali mencuat setelah BKPRMI Berau menyampaikan adanya disparitas penerimaan di sejumlah kampung. Merespons hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melakukan pembenahan menyeluruh terhadap mekanisme penyalurannya.

Elita menegaskan bahwa persoalan insentif tidak sekadar menyangkut nominal, tetapi menyentuh prinsip keadilan bagi para pengajar ngaji yang berperan penting dalam pembinaan karakter generasi muda.
“Ini bukan lagi soal besar kecilnya insentif, tapi soal kepastian hak. Mereka adalah pihak yang telah mendidik anak-anak kita dalam membentuk karakter,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa ketimpangan penerimaan insentif telah terjadi berulang dari tahun ke tahun, sehingga menunjukkan adanya kelemahan tata kelola yang belum dibenahi secara serius.
“Permasalahan ini seperti penyakit tahunan yang tidak pernah ditemukan penyelesaiannya. Pemerintah daerah harus melihat ini sebagai urgensi tata kelola, bukan sekadar kesalahan administratif,” ujarnya.

Elita berharap agar Pemkab segera menyusun mekanisme yang lebih terukur, transparan, dan adil agar persoalan serupa tidak terus berulang.

“Ini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi,” tandasnya. (adv)

READ  Saga Dorong Pemkab Berau Perkuat Komunikasi Publik yang Transparan dan Terkoordinasi
⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img