
BERAU – DPRD Kabupaten Berau menegaskan perlunya perubahan arah pembangunan ekonomi daerah agar tidak terus bergantung pada sektor batu bara. Dewan mendorong Pemkab Berau untuk mulai mengembangkan sektor-sektor baru yang lebih berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berorientasi jangka panjang.
Anggota DPRD Berau, Elita Herlina, menyebut bahwa ketergantungan terhadap sumber daya alam yang tidak terbarukan telah membuat struktur ekonomi daerah rentan. Ia mengingatkan, pengembangan ekonomi harus dilakukan tanpa merusak lingkungan, terutama kawasan hutan yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat.
“Kami mengingatkan agar upaya pengembangan sektor pertanian dan perkebunan tidak sampai mengorbankan kelestarian lingkungan. Jangan sampai kita mengejar keuntungan jangka pendek dengan mengorbankan hutan yang menjaga keseimbangan alam,” tegas Elita, Senin (27/10/2025).
Elita menyoroti pentingnya menjaga Hutan Sanggam, yang menurut hasil rapat bersama mitra kerja, saat ini telah mencapai capaian pelestarian di atas 90 persen. Ia menilai capaian itu harus dipertahankan agar Berau tidak lagi menghadapi bencana ekologis seperti banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Hutan adalah penyangga utama. Kalau tutupan hijau hilang, risiko banjir semakin besar. Maka Hutan Sanggam harus tetap tersambung dan terlindungi,” ujarnya menekankan.
Selain menyoroti perluasan perkebunan sawit yang dinilai mengancam ekosistem, Elita juga mendorong pemerintah mencari alternatif sektor ekonomi yang tidak merusak lingkungan. Salah satu komoditas yang potensial, menurutnya, adalah pertanian jagung, asalkan dikelola dengan sistem distribusi yang baik agar harga tetap stabil.
“Jagung bisa menjadi pilihan, tapi harus ada perencanaan matang. Jangan sampai petani justru rugi karena panen berlebihan dan harga anjlok,” jelasnya.
Elita juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang diperkirakan mengalami pemangkasan anggaran sekitar Rp1,9 triliun pada tahun depan. Ia meminta BUMD lebih kreatif menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru yang tidak bergantung pada eksploitasi tambang.
“Kondisi fiskal kita menantang. Jadi BUMD dan pemerintah daerah harus berinovasi mencari sumber PAD baru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ia menegaskan, DPRD Berau siap mendukung kebijakan pembangunan yang mengedepankan prinsip ekonomi hijau dan perlindungan alam.
“Kami ingin Berau menjadi daerah yang sejahtera tanpa kehilangan identitasnya sebagai kabupaten hijau,” pungkas Elita. (gs/ADV)


