Manokwari Dijaga Ketat, Patroli TNI-Polri Terus Diperpanjang

MANOKWARI – Anggota TNI dan Polri masih melanjutkan patroli gabungan di Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat, menyusul aksi unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan di wilayah tersebut.

“Kami tidak serta merta menarik pasukan tanpa mempertimbangkan situasi daerah. Jadi, operasi gabungan masih berlanjut,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan usai mengawal aksi unjuk rasa damai di Manokwari, Selasa (2/9/2025).

Dia menjelaskan bahwa upaya pengamanan sudah dimulai sejak 28 Agustus 2025, ketika demonstrasi yang dipicu oleh pemindahan empat tahanan politik dari Sorong ke Makassar berujung ricuh.

“Kejadian Kamis minggu lalu itu sangat disayangkan, karena dua kendaraan operasional Polresta yang dirusak massa,” katanya.

Ongky mengapresiasi aliansi mahasiswa di Manokwari yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai sesuai ketentuan.

“Saya harapkan organisasi mahasiswa atau organisasi lain bisa menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif,” kata Ongky.

Ia menyampaikan bahwa demonstrasi yang diwarnai kericuhan telah memaksa lembaga-lembaga pendidikan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring.

Metode pembelajaran jarak jauh semacam itu, menurut dia, kurang efektif diterapkan di daerah yang tidak semua peserta didiknya memiliki sarana akses internet dan penunjang pembelajaran memadai.

“Semoga situasi segera kembali seperti sediakala supaya anak-anak bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah,” kata Ongky. (ANT/KN)

READ  Tepis Isu Mundur, Menlu Retno Sedang Sibuk di Luar Negeri
⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img