TENGGARONG – Di tengah kemeriahan ribuan warga yang memadati Jalan KH Ahmad Muksin hingga Robert Wolter Monginsidi, ada satu rombongan pawai yang tampil berbeda. Bukan dengan tarian tradisional atau ornamen budaya, melainkan membawa simbol masa depan digitalisasi pemerintahan dan keterbukaan informasi publik.
Rombongan itu datang dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar). Dengan mobil Raja Wali yang melaju gagah di depan barisan dan mobil videotron raksasa yang memancarkan informasi publik. Diskominfo seakan ingin menegaskan bahwa pembangunan Kukar bukan hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga infrastruktur digital.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kukar, Solihin, mengatakan tema yang diusung tahun ini adalah “Keterbukaan Informasi, Digitalisasi Pemerintah, dan Menjamin Konektivitas Digital untuk Seluruh Desa.” Tema itu, menurutnya, bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari visi besar menjadikan Kukar semakin terbuka, transparan, dan terhubung.
“Memang di Diskominfo sendiri ada dua program utama. Yang pertama konektivitas internet kepada seluruh masyarakat yang diwakili dengan mobil Raja Wali yang ada di depan itu,” ungkap Solihin di sela-sela pawai, pada Minggu (24/8/2025).
Mobil Raja Wali, jelasnya, difungsikan untuk menghadirkan akses internet di wilayah-wilayah yang sulit jaringan. Kehadirannya di pawai menjadi simbol nyata bahwa Kukar tidak ingin ada desa yang tertinggal dari arus digital.
Selain itu, Diskominfo Kukar juga menghadirkan mobil videotron. Bukan sekadar hiasan, videotron itu menyajikan informasi publik yang bisa diakses masyarakat luas. “Kemudian ada data publikasi publik yang kita wakili dengan mobil videotron yang bisa menyajikan berbagai informasi untuk masyarakat,” tambahnya.
Tak hanya menampilkan teknologi, seluruh pegawai Diskominfo ikut terlibat. Dari PNS hingga tenaga ahli, semua turun ke jalan untuk menunjukkan wajah baru pelayanan publik Kukar yang lebih terbuka dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kita menurunkan seluruh kekuatan, dari PNS maupun tenaga-tenaga ahli risiko, untuk berpartisipasi dalam pawai pembangunan kali ini,” tegas Solihin.
Langkah Diskominfo ini mendapat perhatian penonton. Seorang mahasiswa asal Tenggarong, Dinda, mengaku terkesan dengan tampilnya tema digital di tengah parade budaya. “Biasanya pawai hanya menampilkan tradisi dan kesenian. Tapi kali ini ada sesuatu yang beda. Saya rasa ini bagus, karena menunjukkan Kukar juga bergerak ke arah modern,” ucapnya. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i


