TENGGARONG – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Diskop UKM) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat strategi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal, agar mampu bersaing di pasar global maupun modern retail.
Kepala Bidang Pengembangan UKM Diskop UKM Kukar, Fathul Alamin, mengungkapkan bahwa mulai tahun 2025 hingga lima tahun ke depan, pihaknya akan secara rutin menggelar kegiatan business patching antara pelaku UMKM lokal dan eksportir.
“Jadi kita identifikasi produk UMKM unggulan dari Kukar, lalu kita pertemukan dengan buyer eksportir dari luar. Kalau dinilai layak dan punya potensi pasar di luar negeri, maka akan difasilitasi untuk ekspor,” jelasnya, Kamis (7/8/2025).
Selain pasar ekspor, Diskop UKM Kukar juga mendorong produk-produk lokal untuk masuk ke toko retail dan jaringan modern market. Program ini merupakan kelanjutan dari inovasi “Dagang Kemitraan” yang telah diluncurkan sejak tahun 2021.
Fathul menjelaskan, beberapa produk UMKM Kukar telah berhasil menembus pasar retail modern. Namun, masih banyak yang terkendala oleh skema bisnis dan mekanisme ketat dari pihak retail.
“Toko retail dan modern market punya ketentuan khusus, misalnya sistem stokis, pembayaran, dan syarat distribusi. Tidak semua pelaku UMKM siap dengan itu, sehingga ada yang mundur,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Diskop UKM Kukar aktif melakukan pendampingan dan assessment kepada pelaku usaha agar tetap bisa bertahan dan mengikuti skema yang adil, baik bagi UMKM maupun pihak retail.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing tinggi dan mampu bertahan di pasar yang lebih luas, termasuk ekspor. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i



