Pemkab Berau Genjot Iklim Investasi Sehat dan Berkelanjutan, Targetkan Capaian Lebih Tinggi Tahun Ini

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Tahun ini, Pemkab menargetkan capaian investasi yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya, dengan fokus pada sektor-sektor strategis yang berpotensi besar.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyatakan bahwa target investasi bukan sekadar angka, melainkan bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang menekankan kemandirian ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

“Kabupaten Berau memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti pertambangan, pariwisata, perikanan, dan pertanian. Kami optimistis target investasi tahun ini dapat terealisasi,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).

Tahun 2024 lalu, Berau mencatatkan nilai investasi mencapai Rp4,5 triliun, yang menunjukkan tingginya minat investor terhadap Bumi Batiwakkal, meski kondisi nasional dan global masih penuh tantangan.

Dalam upaya meningkatkan minat investor, Pemkab Berau terus melakukan reformasi birokrasi, khususnya dalam sistem pelayanan perizinan dan proses administrasi investasi. Pemerintah daerah menekankan pentingnya pelayanan publik yang cepat, efisien, dan transparan.

“Capaian tahun lalu menjadi bukti bahwa para investor melihat Berau sebagai daerah yang menjanjikan. Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemkab Berau tidak hanya mengejar nilai investasi yang tinggi, tetapi juga kualitas investasi yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat lokal, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi kerakyatan.

“Kami tidak hanya mendorong investasi yang besar, tetapi juga yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

Meski sektor pertambangan masih mendominasi, Pemkab mulai serius mendorong diversifikasi investasi guna mengurangi ketergantungan terhadap sektor tersebut. Pemerintah kini mulai membuka peluang bagi investasi kecil dan menengah di sektor-sektor lain seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata.

READ  Ekonomi Syariah Penyangga IKN Diperkuat Melalui PESAN 2026

“APBD kita masih banyak tergantung tambang. Tapi kita mulai dorong investasi dari sektor-sektor lain agar ekonomi Berau lebih tahan terhadap guncangan,” ujarnya.

Strategi promosi investasi juga terus digencarkan melalui keikutsertaan Pemkab Berau dalam berbagai forum investasi di tingkat provinsi dan nasional. Selain itu, potensi unggulan daerah, seperti wisata alam, produk perikanan, dan pertanian tropis terus diperkenalkan kepada calon investor melalui berbagai platform digital maupun tatap muka.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, mengungkapkan bahwa hingga triwulan kedua tahun 2025, realisasi investasi di Berau telah mencapai Rp2 triliun. Ia optimistis target tahunan dapat tercapai jika dorongan terhadap sektor-sektor strategis terus dimaksimalkan.

“Kita harus buka seluas-luasnya informasi soal potensi daerah, baik ke masyarakat dalam negeri maupun luar negeri. Sektor pariwisata, misalnya, sangat potensial untuk menarik investor baru,” katanya.

Nanang juga menyebut bahwa selain pariwisata, sektor perkebunan masih menjadi penyumbang investasi yang signifikan. Sejumlah perusahaan yang telah lama beroperasi di Berau masih aktif memperluas investasinya. (adv/srn/set)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img