TENGGARONG – Produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengukir prestasi membanggakan di pasar global. Dari olahan ikan hingga serabut kelapa dan serat daun nanas, UMKM Kukar telah berhasil menembus pasar Asia hingga Eropa.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), Dinas Koperasi (Diskop) UKM Kukar, Fathul Alamin, menyampaikan bahwa sektor perikanan menjadi salah satu kontributor utama ekspor. Produk seperti kerupuk amplang berbahan ikan lokal, kini sudah dikirim ke berbagai negara Asia Tenggara.
Tak hanya itu, sambal khas Kukar berbahan cabai lokal juga berhasil menembus pasar Malaysia dan Singapura. Di sisi lain, komoditas kerajinan seperti lidi lipa, serabut kelapa, dan serat daun nanas bahkan telah diekspor ke benua Eropa.
“Sebagian besar UMKM ini bergerak secara mandiri, mereka sudah punya jejaring sendiri ke luar negeri,” ujar Fathul, Selasa (5/8/2025).
Melihat potensi besar ini, Pemkab Kukar melalui Diskop UKM mulai 2025 hingga lima tahun ke depan akan rutin menggelar business matching antara UMKM unggulan dengan eksportir global. Tujuannya jelas, memperluas akses pasar luar negeri secara langsung dan berkelanjutan.
“Business matching jadi jembatan konkret. Kami bantu pertemukan pelaku usaha dengan buyer internasional,” tambahnya.
Dari sisi kesiapan, Fathul menjelaskan bahwa pelaku UMKM Kukar kini mulai melengkapi legalitas yang sesuai standar internasional. Beberapa sudah mengantongi sertifikasi HACCP, sistem keamanan pangan global, dan CPPOB, standar produksi pangan olahan yang higienis.
“Legalitas kami sesuaikan dengan target pasar. Tak semua harus HACCP, tergantung segmentasi dan kebutuhan buyer,” jelasnya.
Selain pasar ekspor, Pemkab Kukar juga mendorong produk UMKM masuk ke jaringan ritel modern nasional melalui program Inovasi Dagang Kemitraan yang sudah bergulir sejak 2021. Beberapa produk unggulan berhasil menembus etalase toko-toko besar.
Namun, tantangan tetap ada. Persyaratan administrasi dan standar mutu dari ritel modern masih jadi kendala utama bagi sebagian UMKM. “Kami terus dampingi pelaku usaha agar bisa penuhi standar retail dan pastikan kerja sama tetap adil,” tutupnya. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i


