Sabtu, April 5, 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

TPA Pegat Bukur, Langkah Penting Atasi Krisis Sampah Berau

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau selangkah lebih maju dalam pengelolaan lingkungan dengan rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pegat Bukur. Proyek strategis ini diharapkan menjadi jawaban atas permasalahan sampah yang kian kompleks, terutama di kawasan perkotaan.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menilai keberadaan TPA ini akan menjadi tonggak penting dalam tata kelola limbah daerah.

“Masalah sampah sudah menjadi isu krusial di Berau. Pembangunan TPA Pegat Bukur tidak hanya menyelesaikan permasalahan lingkungan, tetapi juga membuka peluang inovasi dan peningkatan ekonomi daerah,” katanya.

Elita menekankan pentingnya penerapan teknologi modern dalam sistem pengelolaan sampah. Menurutnya, TPA ini harus dirancang dengan konsep berkelanjutan, mencakup proses daur ulang, kompos, hingga konversi limbah menjadi energi.

“Teknologi seperti waste-to-energy sudah diterapkan di banyak daerah. Kita harus memastikan TPA ini tidak hanya menjadi tempat pembuangan, tetapi juga menjadi pusat pengelolaan limbah yang produktif,” tambahnya.

Elita menyebut bahwa inovasi dalam pengelolaan sampah dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat, mulai dari peluang usaha hingga pengurangan dampak lingkungan.

Pembangunan TPA Pegat Bukur diproyeksikan menelan anggaran Rp 170 miliar. Untuk meminimalkan tekanan pada APBD, pemerintah daerah akan menerapkan pendekatan bertahap. Langkah ini dinilai strategis, mengingat keterbatasan sumber daya keuangan yang harus dibagi untuk prioritas pembangunan lainnya.

“Kita juga harus membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta. Keterlibatan pihak ketiga tidak hanya membantu pembiayaan, tetapi juga mendatangkan teknologi dan keahlian yang belum kita miliki,” tuturnya.

Kesuksesan TPA Pegat Bukur, menurut Elita, tidak hanya bergantung pada pemerintah dan swasta, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. Edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dini hingga program pelibatan komunitas lokal menjadi elemen penting dalam keberlanjutan proyek ini.

“Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah sangat penting. Ini akan mempermudah proses pengelolaan di tingkat TPA,” jelasnya.

Dengan pendekatan inovatif dan kolaborasi yang solid, TPA Pegat Bukur diharapkan tidak hanya menjadi solusi permasalahan sampah, tetapi juga model pengelolaan lingkungan yang bisa direplikasi di daerah lain.

Pembangunan TPA Pegat Bukur menandai komitmen Kabupaten Berau dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Proyek ini harus menjadi momentum perubahan. Jika dikelola dengan baik, Berau dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola limbah secara modern dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ADV/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular